SELAMAT DATANG

Ingin meningkatkan traffic pengunjung

"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...?...
Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...!..Klik Artikel ini atau disini-1 dan disini-2 dan disini-3


Headline Hari ini

Wahai Wanita! Jangan Pakai Bra 24 Jam

Filed under: by:


Beberapa wanita percaya menyangga payudara secara terus menerus boleh mengelakkan payudara turun. Namun kebiasaan itu ternyata boleh mencetuskan peningkatan suhu badan sekitar payudara yang lama-lama berisiko terkena kanser.

Dua saintis Sydney Singer dan isterinya Soma Grismaijer pada tahun 1991 melakukan penelitian mengenai berapa lama waktu yang ideal untuk memakai tudung dada wanita atau bra?

Jawapannya ternyata kurang dari 12 jam. Wanita yang ingin mengelakkan kanser payudara harus memakai bra dalam masa sesingkat mungkin, dan sebaiknya kurang dari 12 jam per hari.

Singer dan Grismaijer mengkajii kebiasaan memakai bra 4.500 wanita di lima bandar di seluruh Amerika Syarikat. Keputusan kajiannya telah diterbitkan dalam sebuah buku Dressed To Kill: The Link Between Breast Cancer and Bras.

Keputusan kajian menunjukkan wanita yang memakai bra selama 24 jam sehari berisiko paling tinggi terkena kanser payudara. Sedangkan wanita yang jarang memakai bra paling sedikit risikonya.

Perbandingan keputusan kajian tersebut menunjukkan :
1. 3 dari 4 wanita yang memakai bra 24 jam per hari
2. 1 dari 7 wanita yang memakai bra lebih dari 12 jam per hari, tetapi tidak menggunakannya ketika tidur
3. 1 dari 152 wanita yang memakai bra kurang dari 12 jam per hari
4. 1 dari 168 wanita yang jarang atau bahkan yang tidak pernah memakai bra sama sekali

Jadi risiko wanita yang memakai bra selama 24 jam mempunyai 125 kali ganda risiko terkena kanser payudara berbanding yang jarang memakai bra.

Waktu yang paling tepat untuk mengistirahatkan payudara dengan tanpa memakai bra adalah waktu tidur. "Jangan tidur dengan bra," kata Sydney Singer, seperti dilansir dari chetday.

Memijat payudara disertai menarik nafas panjang setiap kali melepas bra boleh memperlancar aliran getah bening dan mencegah berkembangnya kanser pada payudara. Sistem limfatik pada payudara hanya berkembang sepenuhnya selama kehamilan dan menyusui, sehingga wanita yang memakai bra sehari-hari, menunda memiliki anak dan yang tidak menyusui boleh terkena risiko kanser payudara yang lebih tinggi.

Sekitar 75 peratus wanita yang terkena kanser payudara sebenarnya tidak mempunyai faktor risiko kanser. Hal ini memunculkan dugaan bahawa penggunaan bra yang tidak betul atau terus-terusan memakai bra merupakan faktor yang dapat menjelaskan hal tersebut.

Ukuran bra yang tidak tepat atau terlalu ketat boleh membantu pertumbuhan kanser di payudara. Kerana bra yang salah boleh menghalang peneutralan bahan kimia berbahaya dalam tubuh yang menyebabkan kanser. Dan sekitar 80 peratus wanita menggunakan bra yang salah. Alasan utama mengapa bra yang ketat boleh membahayakan kesihatan adalah kerana boleh menyekat aliran getah bening di payudara. Normalnya, cecair getah bening mencuci bahan sisa dan racun lain, serta melepaskannya dari payudara.

Menggunakan bra terlalu lama juga meningkatkan suhu payudara, dan wanita yang memakai bra memiliki kadar hormon prolaktin (hormon yang berfungsi merangsang kelenjar air susu) yang lebih tinggi. Kedua-dua hal ini dapat mempengaruhi pembentukan kanser payudara.




Read More..

9 Gerakan Olahraga yang Sering Dilakukan Dengan Salah

Filed under: by:

Saat olahraga seringkali orang melakukan gerakan yang salah. Meskipun saat di gym seseorang didampingi oleh instruktur, namun tetap saja masih ada kemungkinan melakukan gerakan yang salah.

"Tubuh dapat diatur untuk bergerak dengan cara yang tepat. Gerakan olahraga yang salah justru dapat memberikan tekanan yang berlebihan pada tubuh, atau bahkan dapat menyebabkan cedera. Cedera tersebut akan menghambat kemajuan latihan atau bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari," kata ahli fisiologi olahraga Michele Olson.

Berikut 9 kesalahan gerakan saat olahraga yang sering dilakukan seperti dikutip dari FoxNewsHealth,    antara lain :

1. Angkat Beban Di atas Kepala Terlalu Lama dan Terlalu Keras
Kesalahan: Melengkungkan badan ke belakang sehingga tulang rusuk menonjol, hal tersebut dapat menyebabkan atau berisiko cedera bahu.

Cara mengatasinya: Menjaga tulang rusuk ke bawah dan lutut sedikit ditekuk saat angkat beban.

2. Langkah yang Pendek Saat Akan Melompat
Kesalahan: Mengambil langkah yang pendek dan ragu-ragu ketika akan melompat dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan pada lutut depan. Hal tersebut dapat berisiko untuk melukai tendon. Sehingga jika melakukan gerakan yang salah tersebut selama jangka panjang dapat menyebabkan artritis.

Cara mengatasinya: Ambil sebuah langkah yang cukup besar sehingga tumit depan berada sekitar 2 meter di depan lutut belakang.

3. Sit Up tTidak Berfokus pada Otot Inti
Kesalahan: Hasil penelitian telah menemukan bahwa, gaya latihan Pilates yang lebih berfokus pada menggunakan otot inti untuk menstabilkan akan lebih efektif dalam latihan daripada dengan membungkukkan atau menekuk tulang.

Cara mengatasinya: Tidak perlu untuk melarang sit up sama sekali, tetapi pastikan untuk melakukan campuran gerakan yang dapat menstabilkan latihan, seperti Pilates.

4. Cara Peregangan yang Salah
Kesalahan: Sambil membungkuk dan membiarkan seluruh tubuh menjuntai lurus ke bawah, sementara berat badan meraih jari-jari kaki untuk meregangkan paha belakang. Hal tersebut sama dengan menempatkan sekitar 600 pon tekanan pada tulang belakang atau pada wanita sekitar 140 pon.

Berat badan seluruh tubuh mengikuti gaya gravitasi. Gaya gravitasi tersebut akan memusatkan beban pada bagian belakang, sehingga membebani tulang belakang. "Melakukan peregangan seperti ini selama 30-60 detik dapat menyebabkan tulang belakang rentan untuk pecah," kata Olson.

Cara mengatasinya: Duduklah dan meletakkan beban saat meraih jari-jari kaki. Peregangan yang sama persis dilakukan dari posisi duduk akan jauh lebih aman.

5. Mengangkat Beban Terlalu Tinggi
Kesalahan: Mengepakkan tangan terlalu tinggi saat mengangkat beban. Hal tersebut dapat menyebabkan tulang lengan atas membebani ruang tulang rawan," kata Olson.

Cara mengatasinya: Mengangkat beban tidak terlalu tinggi.

6. Dagu Menempel pada Leher Saat Gerakan Membungkuk
Kesalahan: Menempelkan dagu pada leher dalam latihan apapun, sehingga menyebabkan rasa sakit pada leher.

Cara mengatasinya: Menjaga dagu agar tidak menempel pada leher atau dada saat membungkuk.

7. Mempertahankan Gerakan yang Salah
Kesalahan: Mengangkat pinggul saat gerakan seharusnya kepala, pinggul, dan tumt berada dalam garis lurus. Tentunya dengan gerakan tersebut, hasil yang didapat kurang efektif.

Cara mengatasinya: Fokus pada menjaga tubuh dalam garis lurus dari kepala, pinggul, dan tumit. Perlu diingat bahwa lebih baik untuk menahan bentuk gerakan yang sempurna selama 20 detik daripada melakukan 1 menit penuh dengan gerakan yang salah.

8. Push Up Dengan Gerakan yang Salah
Kesalahan: Posisi tangan lebih lebar dari bahu ketika melakukan push up. Hal tersebut dapat menempatkan tekanan pada bagian depan bahu.

Cara mengatasinya: Masuk ke posisi push up dengan pergelangan tangan secara langsung di bawah bahu. Gerakan push up yang benar tidak akan menyebabkan bahu terasa tegang.

9. Gerakan Peregangan yang Dilakukan Sebelum Lari Salah
Kesalahan: Sebelum berlari, ketika melakukan posisi peregangan seperti di lantai dengan lutut ditekuk ke dalam dan telapak kaki berpaling ke luar menekan lutut, akan rentan terhadap cedera.

Cara mengatasinya: Untuk peregangan yang lebih aman dengan tekanan pada lutut yang kurang dapat dilakukan dengan memutar lutut ke luar, sehingga menekan paha bagian dalam. Kemudian meraih jari-jari kaki untuk merasakan peregangan.



Read More..

6 Tanda dan Gejala Orang Harus Pakai Kacamata

Filed under: by:

Mata memegang peranan penting dalam hidup manusia karena 83 persen informasi yang didapatkan seseorang setiap harinya berasal dari mata. Tapi seiring usia atau perilaku yang buruk terhadap mata kadang membuat kemampuan melihat jadi menurun. Untuk membantu penglihatan, kacamata jadi pilihannya.

Kacamata diperlukan untuk membantu seseorang agar bisa melihat lebih jelas dan terang. Tapi kapan seseorang tahu bahwa ia membutuhkan kacamata untuk melihat sekitarnya?

Gangguan penglihatan yang paling umum yang menandakan orang harus pakai kaca mata seperti dikutip dari Ortopadusa.com,  adalah:

1. Susah melihat benda baik dengan satu mata atau kedua mata
2. Harus menyipitkan mata untuk melihat benda-benda pada jarak wajar yang seharusnya dapat dilihat dengan mata normal
3. Sering mengeluh pandangan kabur atau berbayang ketika melihat dalam objek dalam jarak dekat atau jauh
4. Sering mengeluh sakit kepala, kemerahan pada mata atau kelelahan pada mata terutama setelah membaca
5. Membutuhkan jarak pandang dekat dengan objek agar terlihat lebih jelas
6. Jalan sering kesandung, jatuh dan suka menabrak-nabrak karena tidak bisa fokus lihat objek.


Jika melihat gejala atau tanda-tanda tersebut sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar bisa diberikan resep kacamata yang sesuai dengan kondisi mata. Karena jika ukuran minus, plus atau silindrisnya tidak tepat, maka seseorang tidak bisa melihat dengan jelas objek yang dilihatnya.

Setelah diperiksa ke dokter biasanya akan terdeteksi apakah matanya rambut jauh, rambut dekat atau silinder. Kategori untuk ini adalah:

1. Rabun jauh (Myopia)

Kondisi ini terjadi jika seseorang tidak bisa melihat benda dalam jarak tertentu atau jauh, sehingga ia harus mendekatkan ke objek agar terlihat jelas. Orang dengan rabun jauh akan dibantu dengan kacamata minus.

2. Rabun dekat (Presbiopia)
Gangguan mata yang membuat seseorang tidak bisa melihat objek atau membaca dalam jarak dekat, karenanya ia akan menjauhkan objek agar terlihat jelas. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang tua dan dimulai ketika usia 40an tahun. Orang dengan rabun dekat akan dibantu dengan kacamata plus.

3. Silinder (Astigmatisma)

Kondisi ini terjadi ketika lensa mata atau korena tidak simetris (berbentuk lonjong) sehingga sinar yang masuk ke mata tidak bertemu di satu titik retina. Hal ini biasanya dibantu dengan menggunakan kacamata lensa silinder. 






Read More..

Mengapa Alkohol Bisa Membuat Anda Mabuk?

Filed under: by:

Alkohol adalah produk alami yang dibuat dari biji-bijian, buah atau sayuran yang difermentasi, yaitu suatu proses yang menggunakan ragi atau bakteri untuk mengubah gula menjadi alkohol. Alkohol yang dihasilkan ini bisa digunakan sebagai pembersih, antiseptik atau obat penenang.

Jika terbuat dari bahan alami, mengapa alkohol bisa berbahaya dan memabukkan?

Seperti dikutip dari Kidshealth, ketika seseorang mengonsumsialkohol, maka cairan ini akan diserap ke dalam aliran darah. Hal ini tentu saja mempengaruhi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) yang mengontrol hampir semua fungsi tubuh.

Alkohol adalah sebuah depressan yang berarti memperlambat fungsi sistem saraf pusat. Zat ini bisa menghambat beberapa pesan yang seharusnya disampaikan ke otak. Karena ada hambatan tersebut, maka bisa mengubah persepsi, emosi, gerakan, penglihatan dan juga pendengaran seseorang.

Dalam jumlah yang sangat kecil alkohol dapat membantu seseorang merasa lebih santai dan mengurangi rasa cemas. Namun jika jumlahnya berlebihan bisa menyebabkan perubahan besar di otak, sehingga menghasilkan intoxication.

Gejala yang timbul jika intoxication adalah terhuyung-huyung, kehilangan koordinasi serta tidak sadar dengan ucapannya. Terkadang juga membuat orang bingung atau mengalami disorientasi. Orang yang mabuk berpikir bahwa dirinya bisa bergerak dengan baik, padahal kenyataannya tidak seperti itu dan keluar dari karakter orang tersebut. Reaksi yang timbul sangat tergantung dari tiap orang, pada beberapa orang efek yang muncul bisa sangat ramah berbiara atau justru sangat agresif dan marah.

Jika banyak konsumsi alkohol dalam waktu singkat, maka efeknya bisa lebih cepat yang ditandai dengan muntah. Untuk kasus ekstrimnya adalah pingsan, sesak napas, gula darah rendah, kejang dan bahkan bisa berakibat kematian.

Perubahan sistem saraf yang berasal dari minuman alkohol bisa membuat seseorang melakukan hal-hal bodoh atau memalukan. Karena gangguan dari sistem saraf itulah yang membuat seseorang menjadi mabuk jika mengonsumsi alkohol.
 
Sumber : Sudahkah Anda Tahu
 

Read More..

Perhatian! Antibiotik yang Tidak Boleh Diminum Saat Anda Berencana Hamil

Filed under: by:


img
Ibu hamil memang tidak boleh sembarangan minum obat, karena bisa memicu kecacatan pada bayi yang dikandungnya. Cermat memilih obat perlu dimulai sejak berencana hamil, karena kadang seorang perempuan tidak tahu pasti kapan ia hamil.

Seorang perempuan baru akan menyadari kalau haidnya terlambat minimal 2 minggu setelah terjadinya pembuahan. Jika pada masa itu telah terjadi pembuahan, obat-obatan khususnya antibiotik tertentu sudah bisa menyebabkan calon janin mengalami kecacatan dalam proses pertumbuhannya.

"Saat berencana hamil, biasakan untuk menyampaikan ke dokter kalau memang sedang siap-siap hamil. Nanti dokter yang akan meresepkan antibiotik yang cocok," kata dr Tonny Loho DMM, SpPK(K), ahli patologi klinis dari Universitas Indonesia dalam seminar Pengobatan Terkini Kasus Infeksi di RS Pondok Indah.

Antibiotik yang diharamkan bagi ibu hamil antara lain golongan quinolon, misalnya yang cukup terkenal adalah floroquinolon dan siprofloksasin. Golongan antibiotik yang banyak dipakai untuk diare, typus dan infeksi paru-paru ini bisa menyebabkan cacat pada bayi dan gangguan pertumbuhan tulang pada anak.

Salah satu jenis kecacatan yang paling parah dari penggunaan quinolon semasa hamil dan menyusui adalah epiphysis tulang atau tulang belakang tidak menutup. Sementara pada anak-anak yang masih mengalami pertumbuhan tulang, pertumbuhan itu akan terhambat sehingga postur tubuhnya cenderung lebih pendek dibanding teman sebaya.

Antibiotik golongan quinolon baru boleh diberikan pada anak jika kondisinya sangat darurat dan tidak ada pilihan obat lain untuk menyelamatkan nyawanya. Dalam kondisi seperti ini, efek samping pada tulang bisa dikesampingkan karena nyawa lebih mendesak untuk diselamatkan.

Secara umum, penggunaan antibiotik memang tidak boleh dilakukan sembarangan. Obat untuk membunuh mikroorganisme tersebut harus diminum secara teratur sesuai aturan sampai habis, sebab jika tidak justru bisa memicu kekebalan atau resistensi kuman.


Read More..

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Filed under: by:

Bagi orang dewasa, perut kembung adalah salah satu kondisi yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Hal ini juga berlaku pada bayi atau anak kecil yang terkadang membuatnya menjadi rewel.

Salah satu petunjuk yang menunjukkan bayi memiliki banyak gas di perutnya adalah menarik kakinya ke arah tubuhnya atau berbaring dengan posisi meringkuk. Tapi sakit pada perut yang dirasakan akibat perut kembung berbeda dengan kolik pada bayi.

Menumpuknya gas di perut bayi kemungkinan disebabkan oleh banyaknya udara yang masuk saat bayi sedang makan, bayi terlalu sering menangis atau mengalami infeksi gastrointestinal.



Dikutip dari eHow, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasi perut kembung bayi :


1. Mengeluarkan Gas dengan Cara Bersendawa
Hal ini merupakan cara yang efektif meringankan ketidaknyamanan tersebut, salah satunya adalah bersendawa setelah bayi minum susu. Usahakan untuk menepuk-nepuk punggung bayi secara perlahan sambil bayi di sandarkan atau berada di pangkuan ibunya.

2. Posisi Bayi
Posisikan bayi secara terlentang dan berikan pijatan lembut di perut bayi dengan menggunakan jari-jari, cara ini bisa membantu mengeluarkan gas di perutnya.

3. Perhatikan Jenis Makanan yang Dikonsumsi si Bayi
Beberapa makanan bisa menjadi penyebab perut kembung yaitu susu, keju, es krim, yogurt, jagung, telur, kacang-kacangan dan ikan.

4. Pastikan Bayi Menyusui dengan Posisi yang Benar
Ketika bayi mencoba untuk menerima susu dengan cepat, maka udara yang tertelan juga besar. Karena itu untuk mengurangi jumlah udara yang masuk, sebaiknya menyusui si kecil sambil berbaring.

5. Memberikan Botol Susu dengan Bentuk Puting yang Sesuai
Salah satu penyebab udara yang masuk terlalu banyak adalah penggunaan botol susu yang kurang tepat, karenanya orangtua harus mencoba berbagai merek dan ukuran untuk mengetahui ukuran botol susu yang cocok dengan bayi.



Sumber : Detikhealth.com



Read More..

Waspada! Terlalu Sering Menyundul Saat Main Bola Bisa Merusak Otak

Filed under: by:

Menyundul bola hingga 1.000 kali merupakan hal yang biasa bagi seorang pemain sepakbola. Namun bagi anak-anak, menyundul bola sesering itu tidak dianjurkan karena bisa memicu kerusakan pada sel-sel otak yang seharusnya masih berkembang.

Menurut sebuah penelitian di Albert Eisntein College, sel-sel otak pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan sangat rentan terhadap benturan. Segala jenis benturan termasuk saat menyundul bola bisa memicu terjadinya kerusakan pada sel-sel otak.

Untuk membuktikan hal itu, para ilmuwan meneliti 38 pemain sepakbola amatir berusia rata-rata 30 tahun. Meski berstatus amatir, seluruh partisipan sudah bermain sepakbola sejak masih kecil dan secara teratur masih sering bermain hingga saat ini.

Saat menanyakan soal kebiasaan menyundul bola, para ilmuwan mendapati adanya hubungan antara kebiasaan tersebut kerusakan sel otak. Makin sering menyundul bola saat bermain bola, semakin banyak sel otak yang rusak saat diamati dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Kerusakan itu paling banyak terdapat pada 5 area di frontal loba dan otak depan bagian bawah. Bagian orak di area-area tersebut umumnya bertanggung jawab terhadap pemusatan perhatian, penyimpanan memori atau daya ingat serta kemampuan visual atau daya pandang.

Ketika diuji dengan beberapa macam tes untuk menilai fungsi otak, para pemain bola yang sering menyundul bola mengalami kesulitan. Kerusakan pada sel-sel otak tersebut memberikan hasil buruk pada tes memori verbal dan kemampuan koordinasi antara mata dan tangan.

"Penelitian ini memberikan bukti yang meyakinkan bahwa cedera otak bisa terjadi akibat terlalu sering menyundul bola, sehingga tidak dianjurkan pada anak-anak," tulis para peneliti yang tidak menyebutkan batas usia yang aman bagi anak untuk mulai diperbolehkan menyundul bola, seperti dikutip dari Thesun.



Read More..

Obat Alami Untuk Atasi Gangguan Pada Ibu Hamil

Filed under: by:


img
Kehamilan bisa menjadi saat yang indah dalam kehidupan seorang perempuan, tetapi hal itu ternyata tak selalu mudah. Lebih dari setengah dari semua ibu hamil pasti mengalami Morning sickness atau penyakit kehamilan, yaitu rasa mual atau ingin muntah.

Gejala ini terkait dengan meningkatnya kadar estrogen. Rasa mual terkadang muncul pada dini hari dan berkurang ketika semakin siang. Mual yang dirasakan mulai dari tingkat ringan hingga menyebabkan muntah, namun tidak cukup parah untuk menyebabkan kekacauan metabolisme.

Mual dan muntah dapat menjadi salah satu tanda pertama kehamilan, biasanya dimulai sekitar minggu ke-6 kehamilan dan berhenti setelah sekitar 12 minggu kehamilan.

1. Kapsul Jahe dan Vitamin B6 untuk Mengatasi Morning Sickness
Obat-obat tertentu dan obat tanpa resep dokter tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Morning sickness biasanya merupakan tanda kehamilan yang baik, tapi rasa mual yang muncul di pagi, siang, dan malam hari bisa menjadi mimpi buruk.

Dr. Pina LoGiudice, seorang ahli akupunktur dan dokter naturopati di Innersource di NY memiliki beberapa cara alami agar kehamilan menjadi lebih menyenangkan. Ia menemukan bahwa kapsul jahe dapat efektif mengatasi morning sickness.

"Saya merekomendasikan dua kapsul jahe 250 miligram dua kali sehari. Vitamin B6 juga merupakan nutrisi bagus yang bisa membantu metabolisme hormon tubuh sehingga membantu mengurangi mual," kata Dr. LoGiudice seperti dilansir FoxNews.com, Jumat (2/12/2011).

2. Vitamin C dosis Tinggi Tidak Baik untuk Ibu Hamil
Karena sistem kekebalan tubuh sedikit menurun selama kehamilan, perempuan bisa lebih rentan terhadap pilek. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak tidur, semakin baik sistem kekebalan tubuh.

"Dosis kecil vitamin C baik untuk ibu hamil yang sedang pilek, tapi jangan terlalu banyak karena dapat menyebabkan kontraksi, biasanya kurang dari 500 mg per hari," imbuh Dr. LoGiudice.

3. Magnesium untuk Redakan Nyeri dan Kram
Ibu hamil juga akan mengalami perubahan tubuh untuk membuat ruang yang cukup bagi pertumbuhan bayi. Akibatnya, seringkal menimbulkan rasa sakit dan nyeri di kaki, punggung bagian bawah, dan pinggul.

"Hal pertama yang pasti magnesium. Magnesium dapat membantu meringankan nyeri di gelisah atau kram di punggung bagian bawah pada ibu hamil. Kalsium juga perlu, sebab tubuh jadi lebih sakit dan nyeri karena sedang terserap untuk perkambangan janin, sehingga ibu hamil sendiri jadi kekurangan," kata Dr. LoGiudice.

4. Teh Peterseli Ringankan Pembengkakan
Tambahan darah dan cairan dapat menyebabkan pembengkakan. Hal itu normal, tetapi dapat membuat ibu hamil sangat tidak nyaman.

"Hal pertama yang saya sarankan adalah teh peterseli yang akan membantu tubuh menghilangkan cairan dalam tubuh sehingga tidak begitu bengkak. Ada informasi yang bertentangan tentang asupan garam. Jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit.," Kata LoGiudice.

Jika ibu hamil mengalami mulas, LoGiudice merekomendasikan enzim pepaya. Kunyahlah perlahan dan khasiatnya akan menurunkan stres.


Read More..

Pengobatan Epilepsi Dengan Bedah Lebih Menjamin Kesembuhan

Filed under: by:


img
Penanganan pasien epilepsi (kejang-kejang atau ayan) kebanyakan hanya dilakukan dengan terapi obat. Sedangkan pembedahan masih dianggap terlalu ekstrem untuk dilakukan. Tapi pengobatan melalui operasi ternyata lebih menjamin kesembuhan dalam jangka panjang.

Seperti sebuah studi baru menemukan hampir setengah dari orang-orang yang telah menjalani operasi atau pembedahan untuk epilepsi, tetap bebas dari kejang hingga 10 tahun kemudian.

Saat ini kebanyakan penanganan pasien epilepsi adalah dengan terapi obat. Namun jika obat tersebut tidak dapat mengendalikan kejang epilepsi selama bertahun-tahun. Baru kemudian setelah pasien disarankan untuk menjalani operasi.

Peneliti mengatakan bahwa beberapa pasien epilepsi fokal harus memenuhi syarat untuk menjalani prosedur operasi dengan lebih cepat. Epilepsi fokal merupakan bentuk paling umum dari gangguan kejang.

"Penanganan pasien epilepsi dengan neurosurgical atau bedah saraf, digunakan untuk pengobatan epilepsi fokal yang tidak dapat merespons obat. Neurosurgical dapat memungkinkan berhentinya episode kejang pada pasien epilepsi," kata pemimpin penelitian Dr. John Duncan, yang juga seorang profesor neurologi dari National Hospital for Neurology and Neurosurgery serta Imperial College London, Inggris seperti dikutip dari MSN Health.

Sebanyak 82 persen dari orang-orang yang telah menjalani neurosurgical telah merasakan manfaat yang besar, yaitu tidak pernah mengalami kejang lagi. Berdasarkan hasil studi tersebut maka penanganan pasien epilepsi dengan prosedur pembedahan harus dipertimbangkan jika 2-3 obat telah gagal untuk mengontrol kejang.

"Beberapa orang dengan epilepsi berpikir bahwa mengonsumsi obat ketika hamil akan meningkatkan risiko cacat lahir pada bayi. Mengingat keparahan efek samping dari beberapa obat epilepsi. Maka itu pasien tertentu akan lebih baik jika menjadikan prosedur bedah sebagai alternatif pengobatan," kata para peneliti.

Hasil studi tersebut diterbitkan dalam The Lancet edisi 15 Oktober 2011. Tim peneliti melihat hasil jangka panjang dari 615 orang dewasa yang menjalani prosedur pembedahan untuk epilepsi di National Hospital pada tahun 1990-2008. Dengan rata-rata pasien yang diamati telah menderita kejang selama 20 tahun sebelum operasi.

"Lima tahun pasca-operasi, 52 persen dari pasien tersebut tetap bebas kejang. Dan setelah 10 tahun, 47 persen dari pasien tersebut tetap bebas dari kejang. Namun selama jangka panjang, 11 persen dari pasien tersebut mengalami kejang parsial sederhana. Kejang parsial sederhana tidak melibatkan hilangnya kesadaran tetapi tampaknya dapat mempengaruhi peluang pemulihan," kata para peneliti.

Prosedur pembedahan untuk epilepsi adalah memotong sebagian kecil dari otak dimana biasanya kejang bermula. Daerah otak yang paling sering dipotong ketika menjalani pembedahan untuk epilepsi adalah area lobus temporal.

Prosedur tersebut dikenal sebagai anterior temporal resection. Tetapi tergantung pada lokasi dari fokus kejang yang telah ditentukan oleh dokter melalui tes MRI dan lainnya, bedah epilepsi dapat dilakukan pada area lain dari otak.

"Operasi lobus temporal biasanya tidak mengganggu kemampuan mental atau memori pasien. Bedah luar lobus temporal disebut extratemporal cortical resection," ujar Dr Duncan.

Para peneliti menemukan bahwa pasien yang menjalani extratemporal cortical resection sebanyak 2 kali, lebih mungkin untuk mengalami kejang lagi. Selain itu, pasien yang mengalami kejang parsial sederhana selama 2 tahun setelah operasi akan 2,5 kali lebih mungkin mengalami kejang yang mempengaruhi kesadarannya. Pasien yang telah lama bebas dari kejang, semakin kecil kemungkinan untuk mengalami kekambuhan.

"Studi ini telah mebuktikan bahwa, bedah epilepsi telah sangat efektif pada hampir 50 persen pasien epilepsi tanpa memburuknya kondisi setelah operasi. Penelitian tersebut sangat penting karena mengamati keamanan dan efektivitas terapi bedah untuk epilepsi dalam lingkungan dunia klinis," kata peneliti.


Read More..

Waspada! 5 Gejala Stroke Paling Beresiko

Filed under: by:

Stroke merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan matinya sel-sel otak. Penyebab stroke bisa karena adanya sumbatan pada pembuluh darah dan adanya pembuluh darah yang pecah.

Deteksi dini gejala stroke adalah kunci untuk mencegah seseorang jatuh pada keadaan yang lebih fatal seperti kelumpuhan, atau bahkan kematian. Oleh karena itu, jika Anda mengalami atau melihat satu atau lebih tanda-tanda stroke seperti di bawah ini, segeralah periksakan diri ke dokter :

1. Tiba-tiba mati rasa atau lemah pada bagian wajah, lengan, atau kaki--terutama pada satu sisi tubuh
Orang dengan stroke biasanya akan memiliki bentuk mulut "tidak rata" alias mencong. Perlu diwaspadai juga apabila mereka (orang yang dicurigai stroke) mengalami kesulitan menggerakkan lengan atau mengendalikan jari. Misalnya, ketika mengangkat kedua tangan, tangan yang sebelah lebih tinggi dibandingkan tangan yang lain.

2. Tiba-tiba kebingungan dan kesulitan berbicara
Masalah bahasa adalah salah satu tanda-tanda yang paling umum dari stroke. Seseorang yang mengalami stroke tiba-tiba mungkin akan mengalami masalah ketika mereka bicara. Bahkan, beberapa di antaranya juga mengalami penurunan pemahaman. Mintalah dia (orang yang dicurigai stroke) untuk mengulangi kembali kalimat sederhana kepada Anda, misalnya: "Saya pergi ke toko hari ini." Jika ia mengalami kesulitan mengulangi kata-kata itu bisa jadi dia mengalami stroke.

3. Penglihatan mendadak terganggu
Gangguan penglihatan yang datang secara tiba-tiba merupakan gejala stroke yang umum. Mereka mungkin tidak akan mampu melihat dengan jelas dengan satu mata, atau mungkin mengalami kesulitan untuk melihat ke kanan atau kiri.

4. Tiba-tiba kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi
Berjalan seolah-olah mabuk, tersandung, atau bahkan jatuh adalah semua gejala stroke. Tanda-tanda serupa lainnya seperti berjalan dengan kaki terbuka lebar atau tiba-tiba kehilangan kemampuan motorik halus, seperti ketidakmampuan untuk menulis juga patut diwaspadai.

5. Sakit kepala parah tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya
Gangguan sakit kepala tidak selalu identik dengan gejala stroke. Tetapi, jika sakit kepala menyerang tiba-tiba atau tampak sangat intens, patut untuk diwaspadai. Jika leher kaku, nyeri pada wajah, atau muntah yang disertai sakit kepala bukan tidak mungkin akan menyebabkan terjadinya perdarahan intrakranial, juga dikenal sebagai "stroke merah (red sroke)."






Read More..

terima kasih